Catatan Kecil dari Dialog Grand Syaikh Al Azhar dengan Kang Said  -->

Catatan Kecil dari Dialog Grand Syaikh Al Azhar dengan Kang Said 

, 5/15/2018 01:16:00 PM

Melihat video dialog Grand Syaikh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmad Thayib dengan Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. Said Aqil Siradj, sangat menarik. 


Acara yang diselenggarakan di kantor PBNU Jakarta pada Rabu (2/5/2018) ini dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi, dan sejumlah aktifis seperti Zuhairi Misrawi, para wartawan, santri, dan lain-lain. 


Dalam pembukaannya, Kang Said memaparkan sejarah singkat berdirinya NU. Tak lupa, beliau menjelaskan jumlah pengikutnya yang jutaan, jumlah sekolah, pesantren, madrasah, rumah sakit, dan perguruan tinggi. 


Di sela penjelasan itu, Kang Said menyebut beberapa kali kata Wahabiyah dan Salafiyah, saat menerangkan asal usul berdirinya NU. Kang Said juga mengatakan bahwa banyak orang Indonesia yang belajar ke Arab Saudi, kemudian pulang ke tanah air menjadi pengikut Wahabi. 


Kata Kang Said, "Mereka pulang ke Indonesia dengan memanjangkan jenggot. Mereka ini berbahaya. Tapi yang bahaya ini yang lulusan S1. Yang kuliah sampai doktoral kayak saya sih tidak bahaya." 


Kang Said curhat, banyak anak bangsa yang belajar ke Arab Saudi dan Iran. "Banyak beasiswa diberikan oleh Saudi dan Iran," ujarnya. 


Kang Said juga menerangkan tentang Islam Nusantara. Yang menurut beliau, Islam Nusantara adalah Islam yang santun, yang penuh toleransi dan tidak ekstrim. 


Menurut beliau, Islam Nusantara bukanlah sebuah madzhab yang baru. Tetapi sebuah cara pandang keagaaman yang tidak ekstrim, seperti para wali dulu ketika mendakwahkan Islam di Nusantara. 


"Dulu Wali Songo mendakwahkan Islam di Nusantara tanpa ada pertumpahan darah," tegas beliau. 


Tanggapan Syaikh Ahmad Thayib


Syaikh Ahmad Thayib menanggapi beberapa statemen Kang Said dengan santun, tetapi sangat menusuk. 


Pada pembukaan, Syaikh Thayib mengatakan bahwa Islam datang dari Arab. Allah memilih bangsa Arab, bukan bangsa yang lainnya. Maka berterima kasihlah kepada orang Arab. Para pendakwah dahulu yang datang ke Indonesia juga orang Arab. 


Menanggapi tentang Wahabi dan Salafi, Syaikh Thayib berpendapat bahwa sikap berlebihan itu ada pada banyak kelompok. "Maka jangan sampai sikap berlebihan itu ada pula pada kita, dengan menganggap orang lain pasti salah sedangkan saya pasti benar," kata beliau. 


Syaikh Thayib menganjurkan agar umat Islam mencari persamaan, bukan mencari perbedaan,  karena membuat umat Islam tercerai berai. 


Kemudian Syaikh Thayib menasehatkan kepada PBNU agar bekerja sama dengan pihak manapun, termasuk dengan Saudi dan Wahabi. 


Statemen yang dilontarkan oleh Syaikh Thayib ini sangat menarik. Seolah membantah konsep Islam Nusantara  dan citra buruk Wahabi yang dipresentasikan Kang Said. Tapi, sebagaimana dikatakan oleh KH. Husein Muhammad, bahwa kritikan Grand Syaikh Al Azhar ini sangat santun. 


Ada kritikan Grand Syaikh Al Azhar yang langsung di respon oleh Kang Said, tetapi dengan gaya bahasa setengah bercanda. 


"Kalau cari persamaan dengan Wahabi ya susah. Kita sering tahlilan, sedangkan menurut mereka haram," celetuk Kang Said, yang kemudian diiringi tawa hadirin. 


Dari dialog yang berlangsung selama 1 jam itu, dapat dipahami bahwa konsep wasathiyah Islam yang disampaiakan oleh Grand Syaikh Al Azhar tidak sama persis dengan Kang Said. 


Syaikh Ahmad Thayib menilai bahwa moderat itu kepada siapa saja, tanpa melihat fikrah dan latar belakangnya, termasuk kepada Wahabi. Adapun Kang Said, nampaknya masih sulit untuk menerima hal itu.


==============


Ini dari akhi ustadz Budi Marta Saudin, mahasiswa lanjutan RI di Saudi, ketua ikatan mahasiswa Indonesia di Saudi, saat ini.


Akhi Budi, orang Al Irsyaad, organisasi Islaam RI tertua kedua yang masih ada, didirikan tahun 1914, setelah Muhammadiyah yang didirikan tahun 1912.


Sumber:


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10212429111028229&id=1394871693


==================


*SAID AGIL SIRODJ MENCORENG NAMA BAIK SERTA MEMBUAT MALU UMMAT ISLAM INDONESIA DIHADAPAN GRAND SYEKH ALAZHAR SYEKH AHMAD THAYYIB HAFIDZAHULLAH.*


*Baru baru ini Grand syekh Alazhar kembali datang berkunjung ke Indonesia untuk yang ke sekian kalinya.  Sebelumnya di Lirboyo Kediri Said Agil mengeluarkan pernyataan  yang tidak pantas keluar dari lisan seorang yang disebut Kiai. Said Agil menjelaskan bahwa kalau ada ulama dari arab sering ke Indonesia (disebut dengan bahasa kluyar kluyur) berarti itu cuma guru ibtidaiyyah (dg nada menghina)*.


Tak lama setelah itu datanglah grand syekh Alazhar Syekh Ahmad thayyib menggunakan jubah dan sering ke indonesia mungkin sejenis beliau lah yang dihina Said Agil kluyar kluyur Astaghfirullah.


Diantara kunjunganya Syekh Shmad Thayyib diundang untuk berkunjung ke *kantor PBNU, di tempat acara dipasang banner* dengan kata kata yang sudah tidak pas dengan bahasa arab yg kurang lebih artinya : *dari Islam Nusantara menuju kedamaian Alam semesta*.


*Said Agil pun berbicara* dengan bahasa Arab yang klatak klatuk dan kurang Fasih berusaha menjelaskan kepada syekh Ahmad Thayyib tentang apa itu Islam Nusantara. dia bilang *Islam nusantara adalah Islam orang nusantara Indonesia, Malaysa, Brunei yang penuh toleransi anti ektrimisme dan radikal, TIDAK SAMA DENGAN ISLAM ARAB*

(sambil said agil cekikikan bernada hinaan sinis terhadap bangsa Arab).


Singkat cerita *Syekh Ahmad Thayyib* pun langsung menjawab secara tegas *menentang pernyataan memalukan Said Agil*. Beliau mengatakan: *Seandainya saja Allah Tahu bahwa bangsa Indonesia Lebih pantas dari bangsa Arab untuk menerima dan mengemban Risalah penutup kenabian maka Risalah tidak akan diturunkan kepada Nabi Muhahammad* (hadirin pun tertawa) pukulan telak untuk Said Agil.


Syekh Ahmad menjelakan kembali Allah yang maha tahu dan Allah memilih Bangsa Arab untuk Mengemban dan melanjutkan dakwah Rasulullah saw karena Allah tahu bangsa Arab lah yang mampu menyebarkan agama ini sampai ke seluruh penjuru dunia. berbeda dengan nabi nabi yang allah utus sebelumnya yang memang masa kenabianya terbatas dan jangkauan dakwahnya juga terbatas contohnya seperti Nabi-nabi bani Israil maka dipilih Nabi dari selain bangsa Arab. Namun ketika diutus Nabi Muhammad Nabi yang syariatnya akan selalu dijunjung hingga akhir zaman dan wajib di imani oleh seluruh manusia di seluruh penduduk bumi Maka Allah memilih bangsa arab yang pertama menerima dakwah ini dan menyebarkanya ke seluruh penjuru dunia.


Syekh Ahmad Thayyib melanjutkan *sungguh tidak sah iman kalian kecuali kalian mencintai orang Arab ini (yakni Nabi Muhammad)* lebih dari kalian mencintai diri kalian keluarga kalian bangsa kalian dll, dalam arti lain kalau kalian anti dan sentimen terhadap bangsa Arab maka tidak sah iman kalian.


Kami belajar tentang  sejarah masuknya Islam disini. bukankah yang membawa Islam ke negri kalian ini adalah orang2 arab?  seandainya saja orang orang Arab itu tidak datang kesini dan mengajarkan kalian bagaimana ajaran Islam maka mungkin kalian sampai saat ini masih berada dalam keyakinan umumnya orang orang timur Asia yang keyakinanya bertentangan dengan kebenaran. (Animisme, Dinamisme, Menyembah Patung, Pohon dll).


Bukankah anda tahu bahwa Rasulullah saw Marah besar ketika orang orang saling membangga banggakan sukunya ada yang mengucap saya dari suku Aus saya dari khazraj nabi marah sampai memerah wajahnya. Maksudnya agar Ummat Islam tidak fanatik kesukuan tapi menganggap semua muslimin adalah saudara tanpa membeda bedakan suku dan ras.


SUNGGUH JAWABAN SKAK MAT YANG MEMBUAT SAID AGIL YANG SENTIMEN SEKALI KE BANGSA ARAB. NAMUN YANG MEMBUAT KITA MALU ADALAH PASTI DALAM BENAK SYEKH AHMAD THAYYIB *BAGAIMANA ORANG MODEL BEGINI KOK BISA DIJADIKAN KETUA ORGANISASI ULAMA TERBESAR DI INDONESIA*


Sumber: Grup WA

Oleh: Budi Marta Saudin

TerPopuler

close